jump to navigation

“Berbagi Ilmu untuk Wawasan Baru” Desember 5, 2014

Posted by Imam Subagyo in Berita Terkini.
trackback

FGD1Satu-satunya di dunia yang tidak pernah berubah, adalah perubahan itu sendiri. Ungkapan ini selaras dengan perubahan tugas, peran dan fungsi Kanwil Ditjen Perbendaharaan saat ini. Dari beberapa Kantor Wilayah Direktorat Jenderal di Kementerian Keuangan, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dianggap paling representatif untuk menjadi perwakilan  Kementerian Keuangan di daerah  sebagai pengelola fiskal. Untuk itu, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dituntut untuk selalu meng-update kemampuan dan pengetahuannya dalam menjalankan  tugas dan fungsi baru selaku pengelola fiskal di daerah

Sebagai salah satu wujud dalam beradaptasi terhadap perubahan tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sumatera Utarafgd2 mengadakan capacity building dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pada hari Kamis, 27 November 2014 di Aula Kanwil DJPB Prov. Sumut. FGD tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangun dan meningkatkan kompetensi pegawai Kanwil DJPB Prov. Sumut serta dalam rangka menambah wawasan dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang baru yaitu melakukan analisis fiskal regional. FGD kali ini mengundang Dewi Setyowati, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh, Hasmirizal Lubis, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Prov. Sumut, dan Thomas Wunang Tjahjo, Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, BPS Prov. Sumut. Acara ini dimoderatori oleh Plt. Kepala Bidang PPA II, Imam Subagyo.

fgd4Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPB Prov. Sumut, Mirza Effendi menekankan pentingnya perubahan mindset yang diimplementasikan pada cara kerja dan keahlian dalam menguasai tugas-tugas yang baru. Karenanya melalui FGD ini, Mirza mengharapkan para pegawai – khususnya anggota tim KFR Kanwil DJPB Prov. Sumut – dapat berguru dan menggali ilmu dari para narasumber yang hadir. Dengan demikian para pegawai dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam penyusunan KFR selama ini sehingga pada akhirnya, KFR Sumut dapat lebih berkualitas dan bermanfaat untuk membangun Sumatera Utara yang lebih baik.

Dalam paparannya, Dewi Setyowati menjelaskan bagaimana Bank Indonesia membuat Kajian Ekonomi Regional, misalnya menyajikan kajian ekonomi makro regional dengan menghubungkan antara dinamika pertumbuhan ekonomi per triwulan selama sepuluh tahun dengan analisa peristiwa-peristiwa yang terjadi, yang kemungkinan menjadi faktor penyebab pertumbuhan atau perlambatan ekonomi pada periode tersebut. Dewi juga menampilkan cara-cara penyajian analisa data-data makro ekonomi seperti inflasi, PDRB, NTP, IPM dll yang memungkinkan pembaca dapat memahami permasalahan dengan lebih komprehensif.

Dalam kesempatan ini, Dewi juga mengungkapkan harapan dari BI untuk dapat menjalin kerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam bentuk penandatanganan MOU pertukaran data moneter dan fiskal dan juga pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) yang dapat dijadikan forum capacity building bagi masing-masing pegawai baik pegawai Kementerian Keuangan maupun Bank Indonesia.

Selanjutnya, Hasmirizal Lubis, dari Bappeda Prov. Sumut memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Sumut dan proyeksi permasalahan Sumut ditinjau dari berbagai aspek, seperti: geomorfologi dan lingkungan hidup, demografi, ekonomi, prasarana dan sarana, pemerintahan, dan sosial budaya. Kemudian, Hasmirizal juga menyampaikan visi dan misi pembangunan Sumut, tujuan pembangunan jangka panjang Prov. Sumut tahun 2005 – 2025 dan sasaran-sasaran jangka panjang dan menengah Prov. Sumut.

fgd3Sesi terakhir dalam FGD ini, Thomas Wunang Tjahjo, dari BPS Prov. Sumut menjelaskan secara gamblang cara-cara mengolah dan menganalisa data secara kuantitatif. “Data itu mahal, tetapi lebih mahal lagi membangun tanpa data”, demikian ungkapnya seperti dikutip dari Gallo, 2013. Dengan pengalamannya selama belasan tahun sebagai ahli statistik, Thomas mengajarkan cara-cara praktis dalam membuat database dan menyajikan analisa data tersebut dalam berbagai jenis grafik. Lebih lanjut, Thomas juga mendorong para pegawai untuk menganalisa dengan menggunakan rasio-rasio dan indeks sehingga dengan data-data tersebut tidak hanya sekedar menggambarkan kejadian namun juga dapat menjelaskan perbandingan atau pengaruh antar variabel.

Pelaksanaan FGD KFR ini disambut baik oleh para peserta yang nota bene sebagian besar adalah para anggota tim penyusun KFR Prov. Sumut karena forum seperti ini dianggap sangat bermanfaat dalam menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan. Peserta juga berharap, kegiatan seperti ini lebih sering diselenggarakan dengan durasi waktu yang lebih lama sehingga penyampaian materi oleh narasumber dan ruang untuk berdiskusi dapat lebih optimal. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para narasumber, di antaranya sinkronisasi antara penetapan RPJP, RPJM dan APBD dengan potensi yang dimiliki oleh Sumatera Utara dan kontribusi APBN dan APBD dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi makro regional. Selain itu, peserta juga menanyakan bagaimana kualitas dan kredibilitas data yang diperoleh melalui kuesioner yang tidak secara langsung disampaikan kepada responden namun hanya dititipkan ke petugas di KPPN. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik oleh para narasumber sehingga menambah pemahaman peserta akan materi yang disampaikan.

Acara  FGD ditutup dengan makan siang dan ramah tamah antara peserta dengan narasumber.

-Yanti Juliana-

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: